Bersama Selamatkan Jutaan Umat Yang Terancam Karena Kekurangan Darah. Satu tetes Darah Dapat Menyelamatkan Satu Jiwa.
Kemarin Selasa (25/11), Man 2 Madiun mengadakan acara donor darah. Acara yang diselenggarakan oleh OSIS MAN 2 MADIUN bersama PMR MAN 2 MADIUN ini bekerja sama dengan pihak PMI Cabang Madiun. Dibantu dengan 3 orang dokter spesialis dan dua perawat, acara ini bisa berjalan dengan baik. Sehingga membuahkan hasil yang bisa dikatakan sangat memuaskan. Acara ini mendapat antusias yang tinggi dari para siswa. Bahkan banyak diantara guru yang juga ikut berpartisipasi mendonorkan darahnya. Dari ±47 siswa yang menyumbang, salah satunya adalah Ketua OSIS, Ahmad Choirul Anam. Begitu juga ketua PMR tidak mau ketinggalan dalam mendonorkan darahnya.
“Meski pun lelah, saya merasa sangat senang acara ini bisa berjalan dengan lancar. Kegiatan ini bertujuan dalam membantu orang-orang yang memerlukan darah. Di sisi lain kami ingin menumbuh-kembangkan rasa tolong menolong antar sesama.” Jelas Dony Hermawan, ketua panitia seusai acara.
“Kegiatan ini dilatar belakangi oleh karena berkurangnya stok darah di PMI. Selain itu juga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah. Dan semoga acara ini bisa berjalan dengan lancar.” Sepatah kata dari kepala MAN 2 MADIUN, Bp. Drs. Basuki Rachmad, M.Pd di sela-sela acara.
“Saya senang bisa ikut acara ini. Karena kata guru saya, setelah mendonorkan darah saya akan jadi lebih sehat. Meski pun awalnya saya sedikit takut melihat jarumnya yang besar.” Kata salah satu siswa yang ikut mendonorkan darahnya. Selesai mendonorkan darah, para pendonor lalu diberi segelas susu dan telur rebus untuk segera memulihkan tenaga mereka. Selain itu mereka juga diberi bingkisan berupa makanan sehat.
Sayangnya tidak semua siswa yang ingin mendonorkan darahnya bisa begitu saja langsung mendonor. Tapi harus memenuhi beberapa persyaratan yang diajukan. Diantaranya
• usia minimal calon pendonor darah tidak kurang dari 16tahun,
• berat badan minimal 42-43kg,
• tekanan darah normal (tidak kurang dari 110mmHg),
• dipastikan tidak memiliki penyakit seperti TBC, hemofilia,ginjal, dan
• khusus untuk perempuan tidak saat datang bulan atau menstruasi.
Sehingga dari keempat persyaratan tersebut membuat beberapa siswa merasa kecewa karena tidak bisa mewujudkan niat mulianya, mendonor darah untuk orang lain yang membutuhkan.
“Meski saya tidak bisa mendonorkan darah saya untuk orang lain yang sangat membutuhkan, tapi saya tetap senang bisa membantu panitia dalam mensukseskan acara ini. Dan saya rasa dengan doa yang saya panjatkan itu cukup membantu orang lain.” Salah satu siswa yang tidak boleh mendonorkan darahnya oleh dokter dari PMI.*(ryda/anm)
Sabtu, 13 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar