Luruh, hati ku....
Tercecer di sepanjang perjalanan hariku
Mencari keberadaan yang terlihat
Hampa....
Menanyakan pada keadaan yang tak terlihat
Terbuang ketika aku terbuang
Aku melihatnya, menduakanku dengan aktivitasnya
Aku menemuinya, berbicara mesra bersama pekerjaanya
Aku menyemburuinya, dan menangisinya
Dan saat itu aku sadar dia benar, dia tidak salah
Tapi emosiku terlanjur termuntahkan....
Tak terbendung, meluap-luap....
Ketika aku sendiri, dan benar-benar tak ada orang yang menemani
Ketika aku mencoba membenci dia, dan dia benar-benar benci padaku
Ketika aku rindu dia, kini dia benar-benar tak peduli lagi
Ketika aku memohon padanya untuk tidak pergi, namun terlambat....
Hanya isak tangis yang ku sadari
Menjelma dalam malam-malamku
Sepi....
Hanya Dia yang tahu hatiku
Ku persembahkan tulisan ini untukmu, pujaan-ku...
Sabtu, 22 November 2008
Sandal, ???
Sandal, merupakan alat yang digunakan sebagai alas kaki. Tapi SANDAL yang akan saya bahas di sini bukan sandal yang untuk alas kaki. Melainkan sandal yang artinya adalah;
S= Sabar, Jadi orang itu kudu sabar. Sabar dalam menghadapi ujian, sabar dalam menjalankan amanah, sabar dalam menghindari kemaksiatan, dan sabar yang lain.
A= Andap Asor, Lemah Lembut.
N= Nrimo Ing Pandum, Menerima Apa Adanya. Adanya nasi putih ya dimakan nasi putih, kalau gak ada lauknya ya kembali lagi sabar.
D= Djujur, djujur dalam setiap hal, apalagi jika mendapat amanah. Karena djujur itu tidak adjur.
A= Asih, kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama makhluk ALLAH.
L= loman, Dermawan suka memberi tapi ikhlas LILLAH.
S= Sabar, Jadi orang itu kudu sabar. Sabar dalam menghadapi ujian, sabar dalam menjalankan amanah, sabar dalam menghindari kemaksiatan, dan sabar yang lain.
A= Andap Asor, Lemah Lembut.
N= Nrimo Ing Pandum, Menerima Apa Adanya. Adanya nasi putih ya dimakan nasi putih, kalau gak ada lauknya ya kembali lagi sabar.
D= Djujur, djujur dalam setiap hal, apalagi jika mendapat amanah. Karena djujur itu tidak adjur.
A= Asih, kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama makhluk ALLAH.
L= loman, Dermawan suka memberi tapi ikhlas LILLAH.
Selasa, 11 November 2008
Pohon Pisang, Ada Apa???...

Sudah menjadi kebiasaan jika sebelum memulai pelajaran, Bapak Sugondo, guru matematik-ku selalu bercerita tentang pengalaman-pengalaman hidupnya. Dan hari ini beliau bercerita tentang filosofi hidup pohon pisang. Pohon Pisang??? Ya, pohon pisang. Begini ceritanya... Jadi awalnya beliau memanggil salah seorang dari kita. Lalu dia ditanya tentang motto hidupnya. Jawabannya adalah "Shalatlah sebelum dishalatkan". Wow, NGERRIIII...... Lalu, bapak Gondo bercerita tentang pohon pisang. Kata beliau kita hidup harus bisa menjadi seperti pohon pisang. Yang enggak mau mati sebelum memberi manfaat kepada orang laen. Dan semua bagian dari tubuhnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi keperluan kita. Contohnya? Dari bagian daunnya, kita bisa menggunakannya sebagai pembungkus penganan. Lalu bagian bunganya yang berwarna merah itu, bisa digunakan oleh orang-orang dahulu sebagai sayur-sayuran. Terus pelepahnya bisa diambil lalu dikeringkan dan dijadikan tali buat bungkus tempe. Oh iya, tadi yang daun juga bisa digunakan untuk membungkus tempe. Sedangkan bonggolnya bisa dicacah lalu dijadikan pakan ternak ayam. Tapi kalau pohon pisang itu ditebas sebelum berbuah maka bonggolnya akan tumbuh menjadi tanaman pisang yang baru. Meskipun itu ditebas 100 kali (Wuih... hiperbola). Dan buahnya, pasti sudah pada tahu apa manfaat buah pisang. Selain lezat, nikmat, sedap, buah pisang juga kaya akan vitamin. Dan ternyata serat pohon pisang dari batang pohonnya itu bisa dijadikan sebagai bahan pembuat kerajinan. Selain manfaat tadi, pohon pisang masih memiliki kegunaan-kegunaan lain. Wah, hebat ya pohon pisang itu?!! Jadi kagum.... Kalau pohon pisang itu jadi manusia, pastilah dia yang menjadi sebaik-baik manusia. Karena sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, 'Sebaik-baik manusia adalah yang berguna/bermanfaat bagi manusia lainnya'.
Senin, 03 November 2008
Selasa, 08 November 2005
Ryda's Diary

Hari ini entah pantas aku sebut hari yang seperti apa? Pada awal seperti biasa. Nothing special. Pada pertengahan aku merasa kekanak-kanakan-ku kembali. Sehingga aku benci pada semua orang yang ada di sekitar-ku. Namun pada akhir, aku merasa sangat happy karena ku telah menemukan kembali kedewasaanku. Dibantu oleh Shinichi Kudo, Detective SMU berbakat.
Hari-ku kembali ceria. Ah, tidak. tapi lebih CERIA. Meski tinggal beberapa jam aku menikmati hari-ku ini.
Sungguh sangat disayangkan, memang. Tapi tak apa-lah. yang terpenting aku CERIA, kamu CERIA, dia CERIA, mereka CERIA, semua CERIA. Ya kan????
^_^
Label:
liburan
Langganan:
Postingan (Atom)