Sabtu, 22 November 2008

Hati-ku Menangis....

Luruh, hati ku....
Tercecer di sepanjang perjalanan hariku
Mencari keberadaan yang terlihat
Hampa....
Menanyakan pada keadaan yang tak terlihat
Terbuang ketika aku terbuang
Aku melihatnya, menduakanku dengan aktivitasnya
Aku menemuinya, berbicara mesra bersama pekerjaanya
Aku menyemburuinya, dan menangisinya
Dan saat itu aku sadar dia benar, dia tidak salah
Tapi emosiku terlanjur termuntahkan....
Tak terbendung, meluap-luap....
Ketika aku sendiri, dan benar-benar tak ada orang yang menemani
Ketika aku mencoba membenci dia, dan dia benar-benar benci padaku
Ketika aku rindu dia, kini dia benar-benar tak peduli lagi
Ketika aku memohon padanya untuk tidak pergi, namun terlambat....
Hanya isak tangis yang ku sadari
Menjelma dalam malam-malamku
Sepi....

Hanya Dia yang tahu hatiku

Ku persembahkan tulisan ini untukmu, pujaan-ku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar